Selasa, 02 Juli 2013

Tokoh fisika dan peranya



TOKOH FISIKA DAN PERANANYA

1.      Nicolaus Copernicus (1473 – 1543)








Satu diantara tokoh-tokoh fisika ini adalah Copernicus. Beliau dilahirkan di Torun, Polandia dengan nama Mikołaj Kopernik, pada 19 Februari 1473. Copernicus menekuni banyak hal mulai dari ekonomi, matematika hingga astronom. Dia juga mengembangkan teori heliosentrisme yang menyatakan bahwa matahari adalahi pusat dari tatasurya. Teori ini menjungkirkan logika teori geosentris tradisional, yang menyebut bumi sebagai pusat tata surya.
Teori ini mendapat tentangan dari banyak pemuka gereja, diantaranya Christoph Clavius, seorang imam Yesuit pada abad ke-16 dan Martin Luther, seorang teolog Jerman. Clavius mencemaskan teori heliosentris akan memporak porandakan bangunan pengetahuan astronomi yang selama ini diperkenalkan oleh gereja. Dalam kotbah-kotbahnya, Clavius selalu menyebut teori Copernicus sebagai pengetahuan yang salah dan tidak masuk akal. Sementara Luther menyebut Coperbicus sebagai si dungu pembuat kacau ilmu astronomi. 
Selanjutnya teori heliosentris Copernicus ini diterbitkan sebagai buku pada tahun 1543 dengan judul On the Revolutions of the Heavenly Spheres. Teorinya ini merupakan penemuan paling penting dalam sejarah, yang menjadi pangkal tolak fundamental bagi perkembangan astronomi dan sains modern. Heliosentris telah menimbulkan revolusi ilmiah yang banyak memengaruhi aspek kehidupan manusia.

2.      Sir Isaac Newton (1643 – 1727)





Beliau dilahirkan dengan nama Isaac Newton di Lincolnshire, pada 4 Januari 1643. Dia adalah seorang ahli astronomi, matematika, fisika, kimia, filsuf alam dan teolog. Pria asal Inggris ini adalah pengikut teori heliosentris. Penemuan-penemuannya telah menjadikan dia sebagai seorang ilmuwan termashyur yang sangat mempengaruhi perjalanan sejarah kehidupan manusia. Newton juga disebut sebagai Bapak Ilmu Fisika Klasik.

Bukunya yang berjudul Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, dianggap sebagai buku yang paling berpengaruh dalam perjalanan panjang sejarah sains. Buku yang diterbitkan pada tahun 1687 ini telah meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang jadi mainstream pandangan sains tentang alam semesta, juga dijabarkan secara apik dalam buku ini.
Newton berkesimpulan bahwa gerak benda di Bumi dan di luar angkasa, sebenarnya diatur oleh hukum alam yang sama. Untuk memperkuat asumsinya ini, Newton menunjukkan bahwa hukum gravitasinya ini konsistensi dengan hukum gerak planet Kepler.  Buku ini akhirnya semakin memperkuat teori heliosentris Copernicus, sekaligus memupus banyak keraguan para ilmuwan terhadap heliosentrisme. Berkat buku ini, revolusi ilmu pengetahuan jadi bertambah maju.
Selain itu, dalam bidang optika Newton adalah orang pertama yang berhasil membuat teleskop refleksi. Sedangkan dibidang matematika, Newton berhasil mengembangkan teori kalkulus integral dan kalkulus diferensial.



3.      Thomas Alva Edison (1847 – 1934)


 



Thomas Alva Edison. Tokoh fisika ini dilahirkan di Ohio, Amerika Serikat pada 11 Februari 1847. Semasa bocah, Edison dikenal sebagai si dungu. Kedunguannya inilah yang menyebabkan dia harus keluar dari sekolah, karena guru-gurunya tidak sanggup mengajar dia. Selanjutnya Edison belajar dibawah bimbingan ibunya di rumah. 
Dengan belajar di rumah, kesempatan Edison untuk mengetahui hal-hal yang diinginkannya jadi semakin luas. Ketika berumur dua belas tahun, Edison bekerja sebagai penjual buah-buahan, permen dan koran di kereta api. Selanjutnya dia diangkat sebagai operator mesin telegraf. Ketika pindah ke New York, Edison mendapat pekerjaan sebagai kepala mesin telegraf yang penting. Edison tidak lagi boleh dipanggil sebagai orang dungu, sebab pada 1870 dia berhasil menemukan mesin telegraf yang jauh lebih canggih daripada mesin telegraf yang ada waktu itu
Pada 1874 Edison memutuskan untuk pindah ke Menlo Park di New Jersey. Di tempat ini Edison mendirikan sebuah bengkel ilmiah yang cukup besar, bengkel ilmiah pertama di dunia. Melalui bengkel ilmiahnya itu, Edison mulai berhasil membuat banyak penemuan penting. Diantaranya adalah Gramafon yang ditemukannya tahun 1877. Dua tahun kemudian, dia berhasil menemukan lampu listrik dan proyektor untuk memutar film.
Berkat jasa Edison inilah jalanan sepanjang satu kilometer di kota New York jadi benderang, karena dipasangi lampu listrik olehnya pada tahun 1882. Apa yang dilakukan Edison ini adalah babakan yang mengawali penggunaan lampu listrik sebagai penerangan jalan di dunia. Thomas Alva Edison adalah seorang penemu yang sangat produktif. Setidaknya dia memiliki 1.093 hak paten atas namanya.

4.      Albert Einstein (1879 – 1955)







Tokoh fisika yang cukup fenomenal ini dilahirkan di Ulm, Kerajaan Jerman, pada 14 Maret 1879. Einstein diakui sebagai seorang ahli fisika terbesar dalam abad 20. Melalui teori relativitasnya, Einstein telah memberi kontribusi besar bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Untuk prestasi ini, dia mendapat Anugerah Nobel bidang Fisika pada 1921. Penghargaan ini diberikan padanya untuk uraian detail tentang efek fotolistrik dan dedikasinya pada Fisika Teoretis.
Einstein selanjutnya dianggap sebagai mitos yang identik dengan kecerdasan dan kejeniusan. Potret wajahnya dengan rambut awut-awutan dan rumus terkenalnya  “E=mc²”,  banyak disablon pada kaos-kaos. Fenomena ini makin menjadikan Einstein sebagai satu-satunya ilmuwan yang jadi ikon dari budaya popular, sebab tidak ada ilmuwan lain yang mendapat pengakuan seperti ini dari masyarakat dunia.
Prestasi dan popularitas Einstein menginspirasi majalah TIME untuk menjadikan dia sebagai “Tokoh Abad Ini” pada 1999. Untuk menghormatinya, nama “Einstein” dijadikan sebagai nilai satuan dalam bidang ilmu fotokimia. Bahkan sebuah unsur kimia baru juga dinamai dengan “einsteinium”. Begitu juga dengan penemuan asteroid baru yang juga dinamai dengan namanya, “asteroid 2001 einstein”.



























Hukum Archimedes


HUKUM ARCHIMEDES






Hukum Archimede adalah sebuah hukum tentang prinsip pengapungan diatas benda cair yang ditemukan oleh Archimedes, seorang ilmuwan Yunani yang juga merupakan penemu pompa spiral untuk menaikan air yang dikenal dengan istilah Sekrup Archimede. Hukum Archimedes berhubungan dengan gaya berat dan gaya ke atas suatu benda jika dimasukan kedalam air. Berikut ini adalah bunyi hukum Archimedes yang sangat terkenal itu.

Bunyi Hukum Archimedes
“Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhya kedalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut”
Rumus Hukum Archimedes
FA =  ρa x Va x g
Keterangan: 
FA =  Gaya keatas yang dialami benda (N)  ρa=  Massa Jenis zat cair (kg/m3)          
Va=  Volume air yang terdesak (m3)              g = Percepatan Gravitasi (m/det2)

Berdasarkan bunyi dan rumus hukum Archimede diatas, suatu benda yang akan terapung, tenggelam atau melayang didalam zat cair tergantung pada gaya berat dan gaya keatas. Maka dari itu, berdasarkan hukum diatas, terciptalah 3 hukum turunan dari hukum Archimedes yang berbunyi:

1.      Benda akan terapung jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air lebih kecil dari massa jenis zat cairnya
2.      Benda akan melayang jika massa jenis benda  yang dimasukan kedalam air sama dengan massa jenis zat cairnya
3.      Benda akan tenggelam jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air lebih besar dari pada massa jenis zat cairnya.

Penerapan dalam kehidupan

1.       Kapal yang berlayar di laut.
2.       Benda-benda yang terapung di permukaan air.
3.       Batuan-batuan yang tenggelam di dasar sungai.
4.       Konsep terapung, melayang, atau tenggelamnya suatu benda di dalam fluida,
 

laporan praktikum pada cermin



PEMANTULAN PADA CERMIN CEKUNG CERMIN CEMBUNG
DAN  CERMIN DATAR
A.    TUJUAN
Menunjukan bahwa cahaya dapat dipantulkan melalui cermin cekung,cembung dan datar.
Membuktikan pemantulan cahaya dan menentukan banyak bayangan  pada cermin datar.
B.     DASAR TEORI
Salah satu  sifat cahaya adalah cahaya dapat dipantulkan melalui cermin cekung dan cermin cembung. Cermin cekung adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya berupa cekungan. Cermin cekung biasa digunakan sebagai reflector (benda yang memantulkan cahaya) misalnya pada senter, lampu sepeda, lampu mobil dan alat kerja dokter.
Sifat pemantulan pada cermin cekung     
1.      Bayangan yang dihasilkan adalah bayangan nyata atau maya
2.      Memantulkan berkas cahaya (kovergen)
Ada 3 sinar istimewa yang dapat digunakan untuk menentukan letak bayangan sebuah benda yang berada di depan cermin cekung yaitu:
1.      Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik focus.
2.      Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.
3.      Sinar datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali.
Sedangkan cermin cembung adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya yang berbentuk cembung, biasa digunakan untuk kaca spion kendaraan.
Sifat pemantulan pada cermin cembung :
1.      Bayangan yang dihasilkan adalah bayangan maya yang diperkecil
2.      Menyebarkan berkas cahaya (divergen)
Peristiwa pemantulan pada cermin cembung mempunyai 3 sinar istimewa yaitu:
1.      Sinar datang sejajar sumbu utama, akan dipantulkan seolah-olah dari titik fokusnya.
2.      Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.
3.      Sinar datang seolah-olah menuju  pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan seolah-olah sinar datang dari titik tersebut.

Cahaya sebagai gelombang dapat memantul bila mengenai suatu benda.
Pemantulan cahaya sesuai dengan hukum pemantulan yang dikemukakan oleh Snellius
Yang berbunyi:
1.      Sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar
2.      Sudut datang sama dengan sudut pantul
Pemantulan cahaya terdiri dari dua jenis, yaitu pemantulan baur dan pemantulan teratur. Pemantulan cahaya pada permukaan datar seperti cermin, atau  permukaan air yang  tenang, termasuk pemantulan teratur. Sedangkan pemantulan cahaya pada permukaan kasar seperti pakaian, kertas dan aspal  jalan, termasuk dalam  pemantulan baur.


C.     ALAT DAN BAHAN
Pada cermin cekung:
1.      Lilin
2.      Cermin cekung
3.      Kertas sebagai layar
Pada cermin cembung:
1.      Lilin
2.      Korek api
3.      Cermin cembung
 Pada cermin datar:
1.      Karton hitam
2.      Karton putih
3.      Laser
4.      Cermin datar
5.      Penggaris
6.      Busur
7.      Bolpoint
8.      Sterocom
D.    LANGKAH PERCOBAAN

Cermin cekung

1.               Menyalakan lilin menggunakan korek api
2.               Mendekatkan lilin ke cermin cekung
3.               Mengamati bayangan cahaya lilin pada layar
4.               Menbandingkan ukuran cahaya lilin asli dengan ukuran cahaya bayanganya .
5.               Setelah itu, Menjauhkan lilin dari cermin cekung
6.               Mengamati bayangan cahaya lilin yang terbentuk pada layar
7.               Memandingkan ukuran cahaya lilin asli dengan ukuran cahaya bayanganya
Cermin cembung
1.                Menyalakan lilin menggunakan korek api.
2.               Mendekatkan lilin ke cermin cembung.
3.               Mengamati bayangan cahaya lilin pada cermin cembung.
4.               Membandingkan ukuran cahaya lilin asli dengan ukuran bayangan cahaya.
5.               Setelah itu, menjauhkan lilin dari cermin cembung.
6.               Mengamati bayangan cahaya lilin pada bagian cermin cembung.
7.               Membandingkan ukuran cahaya lilin asli dengan ukuran bayangan cahaya.
Cermin datar

  1.  Letakkan kertas gambar di atas meja. Lalu letakkan cermin datar di  atas salah satu sisi kertas gembar   dengan posisi tegak lurus terhadap kertas gambar.
  2. Lubangi karton hitam dengan lubang kira-kira 1cm. Lalu rangkailah karton hitam, lampu senter dan karton putih.
  3.  Arahkan cahaya pada lampu senter yang melalui karbon hitam berlubang menuju satu titik pada cermin datar (lubang karton hitam sama tinggi dengan kertas gambar). Kemudian titik sasaran tersebut pada kertas gambar yang terletak pada tepat dibawah cermin  dan beri nama titik A.
  4.  Tangkaplah cahaya pantul dari cermin oleh karton putih.  
  5.  Tarik garis dengan posisi lubang karton hitam S menuju titik A sehingga pada kertas gambar terbentuk garis lurus AS
  6. Tariklah garis titik A menuju titik tangkap cahaya pantul (titik P)  pada kertas putih, sehingga pada kertas gambar terbentuk garis lurus AP.
  7. Menarik sebuah garis dari titik A yang tegak lurus dengan bidang cermin datar.
  8. Mengukur besarnya sudut yang terbeentuk oleh garis AS dan garis AP terhadap garis yang tegak lurus cermin datar.
  9.  Mengamati apa yang terjadi.

E.     PEMBAHASAN

Cermin cekung
lilin diletakkan di depan cermin cekung dengan jarak dekat (ruang I)  akan terbentuk bayangan yang kabur/maya, posisi bayangan tegak dan lebih besar dari ukuran cahaya lilin asli. Maka sifat bayangannya adalah maya, tegak, dan diperbesar.
Kemudian apabila lilin dijauhkan diantara titik fokus (F) dan titik pusat kelengkungan (M) atau dalam ruang II akan menghasilkan bayangan jelas/ terang, bayangan terbalik, dan lebih besar ukuran cahaya lilin dari aslinya. Maka sifat bayangannya  nyata, terbalik, dan diperbesar.
Dan apabila lilin lebih jauh lagi di terletak di belakang titik pusat kelengkungan cermin (M) atau dalam ruang III akan menghasilkan bayangan  yang terlihat  jelas, bayangan terbalik, dan lebih kecil kecil dari ukuran cahaya lilin aslinya. Maka sifat bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil.

Cermin cembung
lilin diletakkan di depan cermin cembung dengan jarak dekat akan terbentuk bayangan yang kabur, posisi bayangan tegak dan lebih kecil dari ukuran cahaya lilin asli. Maka sifat bayangannya adalah maya, tegak, dan diperkecil.
Kemudian apabila lilin dijauhkan dari cermin cembung maka akan menghasilkan bayangan kabur, bayangan tegak, dan semakin kecil ukuran bayangan cahaya lilin dari aslinya. Maka sifat bayangannya  maya, tegak, dan diperkecil.
Cermin datar

Dari hasil pengamatan di atas dapat dilihat. Sinar mula-mula datang  (sinar datang), kemudian sinar tersebut dipantulkan (sinar pantul). Sudut yang dibentuk sinar datang terhadap garis normal disebut sudut datang (i), sedangkan sudut yang dibentuk sinar pantul terhadap garis normal disebut sudut pantul (r). Sinar dipantulkan secara teratur karena permukaan kaca yang rata, licin dan mengkilap. Hal tersebut sesuai dengan syarat terjadinya pemantulan teratur. Apabila sudut pada sinar datang diubah-ubah maka sudut pantulnya akan mengikutinya. Karena besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul.

F.      KESIMPULAN

Cermin cekung
1)      Sifat bayangan di ruang I adalah maya, tegak, dan diperbesar.
2)      Sifat bayangan di ruang II adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.
3)      Sifat bayangan di ruang III adalah  nyata, terbalik, dan diperkecil.

Cermin cembung
1)      Sifat bayangan yang dibentuk pada cermin cembung adalah maya, tegak, dan diperkecil

G.    DAFTAR PUSTAKA
Zemansky, sears. 1972. Fisika Universitas III. Bandung: Bina Cipta
Giancoli C. Douglas. 1998. Fisika Jilid II Edisi ke V. Jakarta: Erlangga.